Novel Sepuluh Cermin: Pengakuan Seorang Netizen
Sepuluh Cermin bukan sekadar novel tentang netizen, tetapi tentang manusia yang mencari dirinya kembali di tengah dunia digital yang bising.
Sepuluh Cermin bukan sekadar novel tentang netizen, tetapi tentang manusia yang mencari dirinya kembali di tengah dunia digital yang bising.
📖 Sinopsis Abad ke-22. Umat manusia telah menjajah Mars, Titan, dan koloni asteroid. Namun di tengah kejayaan teknologi, gereja dituduh sebagai ancaman radikal oleh Dewan Kosmik yang berkuasa. Di Mars, seorang aktivis muda bernama Klara memimpin gerakan bawah tanah “Garam dan Terang” untuk melawan ketidakadilan. Sementara itu, Aurora, sebuah AI teologis yang misterius, tampil sebagai…
Jakarta 2045 digambarkan futuristik, penuh layar hologram, doa otomatis, dan khotbah digital viral. Di tengah gemerlap itu, gereja kecil Elias menjadi simbol “sisa iman” yang masih berpegang pada kemanusiaan.
“Kebebasan beragama bukan izin dari negara. Ia adalah hak asasi yang melekat pada setiap manusia dan dijamin oleh UUD 1945.”
“Kami menolak menjadi sekadar data. Manusia adalah pribadi yang utuh, dengan martabat, kesadaran, dan nilai, bukan sekadar angka dalam mesin.” (Manifesto Manusia Digital)
BUKU PANDUAN STRATEGIS GEREJA DALAM MENGHADAPI INTOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA Penulis : Dr. Dharma Leksana, S.Th., M.Si., M.Th. Buku ini memberikan panduan strategis dan praktis bagi gereja dan komunitas Kristen di Indonesia untuk menghadapi tantangan intoleransi beragama yang terus berulang. Walaupun Indonesia memiliki jaminan hukum kuat bagi kebebasan beragama dalam UUD 1945 dan UU HAM,…
📚 Resensi NovelJudul: Gereja di Server AwanPenulis: Dr. Dharma Leksana, S.Th., M.Si., M.Th.Genre: Novel Teologi FuturistikTahun: 2025 🔑 Tema Utama Novel Gereja di Server Awan mengisahkan bagaimana iman, gereja, dan spiritualitas bertemu dengan dunia digital yang serba algoritmik. Lebih jauh, buku ini mengangkat isu ekoteologi digital: refleksi iman dan etika ekologis di tengah peradaban yang…
Novel “Imago Dei Digital” bukan sekadar novel, melainkan sebuah renungan panjang tentang manusia, iman, dan dunia baru yang kita ciptakan bersama teknologi.”
“Sebuah novel reflektif yang membuat kita berhenti sejenak, membaca ulang kehidupan, dan menemukan kembali jejak Tuhan dalam keseharian digital.”
“Sebuah kisah yang menegangkan, relevan, sekaligus menyentuh. Novel ini akan membuatmu berpikir ulang sebelum menekan tombol ‘share’.”