EKOLOGI ALGORITMA DAN IMAN KRISTIANI

RESENSI BUKU “Ekologi Algoritma dan Iman Kristiani” adalah salah satu karya teologis-ilmiah paling penting yang lahir di tengah gelombang perubahan peradaban digital. Dengan ketelitian seorang akademisi, sensibilitas seorang teolog, dan kejernihan naratif seorang jurnalis-kultural, Dr. Dharma Leksana menghadirkan refleksi kuat tentang bagaimana teknologi digital membentuk bukan hanya perilaku manusia, tetapi juga bumi, spiritualitas, dan masa…

TEOLOGI ALGORITMA: SEBUAH UPAYA KONTEKSTUALISASI TEOLOGI DI ERA DIGITAL

Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. Abstrak (Bahasa Indonesia) Era digital menandai perubahan mendasar dalam cara manusia berpikir, berkomunikasi, dan beriman. Algoritma kini bukan sekadar alat komputasional, melainkan struktur kuasa yang mengatur perhatian, perilaku, dan bahkan pengalaman keagamaan. Artikel ini menelaah Teologi Algoritma sebagai bentuk baru dari teologi kontekstual yang berupaya membaca realitas digital melalui terang…

Algoritma Versus Teologi : Siapa yang Menentukan Kebenaran?

📄 Abstrak Buku : Algoritma Versus Teologi : Siapa yang Menentukan Kebenaran? Penulis : Dr. Dharma Leksana, S.Th., M.Si., M.Th. Buku ini menghadirkan refleksi kritis tentang peran algoritma dalam membentuk peradaban digital kontemporer. Algoritma tidak lagi sekadar perangkat teknis dalam dunia komputasi, melainkan telah menjelma menjadi “nabi baru” yang menentukan arah kehidupan manusia: dari cara…

📖 Sinopsis Novel Algoritma Amanat Agung oleh Dr. Dharma Leksana, S.Th., M.Si., M.Th. Di tengah derasnya arus digital, di mana viralitas sering dianggap kebenaran, muncul pertanyaan mendasar: bisakah Amanat Agung dijalankan oleh algoritma? Novel filsafat-teologis ini mengajak pembaca masuk ke dalam percakapan mendalam bersama seorang Filsuf modern yang hadir di jantung Silicon Valley. Melalui dialog-dialog…

Algoritma Kerusuhan: Membaca Ulang Indonesia di Zaman Algoritma

Penulis : Dr. Dharma Leksana, S.Th., M.Si., M.Th. Teologi.digital – Jakarta, Menulis buku ini bagi saya bukan sekadar pekerjaan akademik, melainkan sebuah perjalanan batin. Setiap halaman yang saya susun terasa seperti membuka kembali luka-luka sejarah bangsa, sekaligus menemukan potensi harapan di tengah reruntuhannya. Saya teringat pada satu peristiwa: kerusuhan Mei 1998. Saat itu, berita penuh…

error: Content is protected !!